Dalam sejarah Nusantara, terdapat dua kerajaan besar yang pengaruhnya melampaui wilayah Indonesia saat ini, yaitu Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit. Keduanya sering disebut sebagai kekaisaran terbesar yang pernah berdiri di Asia Tenggara, namun memiliki karakter, sistem kekuasaan, dan masa kejayaan yang berbeda.
Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim dan pusat agama Buddha, sementara Majapahit dikenal sebagai kerajaan agraris-maritim dengan sistem pemerintahan yang kuat. Artikel ini akan membahas perbandingan Sriwijaya dan Majapahit dari berbagai aspek untuk memahami peran keduanya dalam sejarah Nusantara.
1. Latar Belakang dan Masa Kejayaan
Kerajaan Sriwijaya
Sriwijaya diperkirakan berdiri pada abad ke-7 Masehi dan mencapai puncak kejayaan antara abad ke-7 hingga ke-11. Pusat kekuasaannya berada di Sumatra bagian selatan, khususnya di sekitar Palembang.
Sriwijaya berkembang pesat karena menguasai jalur perdagangan laut internasional, terutama di Selat Malaka.
Kerajaan Majapahit
Majapahit berdiri pada akhir abad ke-13 Masehi dan mencapai masa keemasan pada abad ke-14, terutama di bawah pemerintahan Hayam Wuruk dengan dukungan mahapatih Gajah Mada.
Pusat Majapahit berada di Jawa Timur, dengan wilayah ibu kota yang kini dikenal sebagai Trowulan.
π Perbandingan: Sriwijaya lebih awal muncul dan berjaya lebih lama, sedangkan Majapahit berjaya lebih singkat namun dengan struktur kekuasaan yang lebih terorganisir.
2. Letak Geografis dan Basis Kekuasaan


Sriwijaya
- Berbasis maritim
- Terletak di jalur perdagangan internasional
- Mengandalkan pelabuhan dan armada laut
- Menguasai Selat Malaka sebagai jalur utama perdagangan Asia
Majapahit
- Berbasis agraris-maritim
- Mengandalkan pertanian di Jawa yang subur
- Didukung sistem irigasi dan birokrasi
- Tetap memiliki kekuatan laut untuk ekspansi
π Perbandingan: Sriwijaya unggul di laut dan perdagangan, Majapahit kuat di darat dengan dukungan ekonomi pertanian.
3. Sistem Politik dan Pemerintahan
Sriwijaya
Sriwijaya menerapkan sistem mandala, yaitu kekuasaan berbasis pengaruh dan loyalitas, bukan batas wilayah tetap. Daerah-daerah di bawah pengaruh Sriwijaya tetap memiliki penguasa lokal, asalkan setia dan mendukung kepentingan perdagangan Sriwijaya.
Majapahit
Majapahit memiliki sistem pemerintahan yang lebih terstruktur:
- Raja sebagai pusat kekuasaan
- Jabatan birokrasi jelas
- Hukum dan administrasi tertata
Majapahit juga mencatat wilayah kekuasaannya dalam naskah Negarakertagama, yang menunjukkan klaim politik yang luas.
π Perbandingan: Sriwijaya fleksibel dan berbasis jaringan, Majapahit lebih terpusat dan administratif.
4. Ekonomi dan Perdagangan
Sriwijaya
- Pusat perdagangan internasional
- Komoditas: emas, kapur barus, rempah, hasil hutan
- Menjadi perantara dagang IndiaβTiongkok
- Kaya dari pajak pelabuhan
Majapahit
- Ekonomi agraris sebagai basis
- Produksi padi melimpah
- Perdagangan regional dan antar pulau
- Pajak tanah dan hasil bumi
π Perbandingan: Sriwijaya hidup dari perdagangan global, Majapahit dari kekuatan ekonomi domestik dan regional.
5. Agama dan Kehidupan Budaya



Sriwijaya
- Pusat agama Buddha Mahayana
- Tempat belajar biksu internasional
- Hubungan erat dengan pusat pendidikan Buddha seperti Nalanda
Majapahit
- Agama Hindu-Buddha berkembang berdampingan
- Budaya sastra dan seni tinggi
- Toleransi antar kepercayaan
π Perbandingan: Sriwijaya menonjol sebagai pusat pendidikan Buddha, Majapahit unggul dalam perkembangan sastra, seni, dan kebudayaan.
6. Wilayah Pengaruh dan Ekspansi
Sriwijaya
Wilayah pengaruhnya meliputi:
- Sumatra
- Semenanjung Malaya
- Thailand selatan
- Jalur perdagangan laut Asia Tenggara
Majapahit
Mengklaim pengaruh atas:
- Jawa
- Bali
- Kalimantan
- Sulawesi
- Nusa Tenggara
- Sebagian Asia Tenggara maritim
π Perbandingan: Majapahit memiliki klaim wilayah lebih luas, namun Sriwijaya lebih kuat dalam mengendalikan jalur perdagangan strategis.
7. Faktor Kemunduran
Sriwijaya
- Serangan Kerajaan Chola dari India
- Melemahnya kontrol laut
- Perubahan jalur perdagangan
Majapahit
- Konflik internal
- Perebutan kekuasaan
- Munculnya kerajaan Islam
- Melemahnya sistem pusat
π Perbandingan: Sriwijaya runtuh karena tekanan eksternal, Majapahit lebih banyak runtuh karena konflik internal.
8. Warisan bagi Indonesia dan Asia Tenggara
Sriwijaya mewariskan:
- Tradisi maritim
- Perdagangan internasional
- Penyebaran awal Buddha
Majapahit mewariskan:
- Konsep persatuan Nusantara
- Sistem pemerintahan terstruktur
- Kebudayaan dan sastra klasik
Keduanya menjadi fondasi penting dalam pembentukan identitas sejarah Indonesia.
Kesimpulan
Perbandingan Sriwijaya dan Majapahit menunjukkan bahwa keduanya adalah kerajaan besar dengan kekuatan yang berbeda:
- Sriwijaya unggul sebagai kerajaan maritim, pusat perdagangan, dan pendidikan Buddha internasional.
- Majapahit unggul sebagai kerajaan agraris-maritim dengan sistem pemerintahan kuat dan pengaruh politik luas.
Meskipun berbeda zaman dan karakter, Sriwijaya dan Majapahit sama-sama membuktikan bahwa Nusantara pernah menjadi pusat peradaban besar dunia.